Pencarian Berita

16 Agustus 2007

BOJONEGORO : Peningkatan Jalan Kabupaten Butuh Rp 135 M

Berita Bojonegoro News.

Peningkatan jalan kabupaten menjadi salah satu prioritas pembangunan yang diusulkan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Bojonegoro 2007. Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan jalan itu sekitar Rp 135 miliar.

Karena anggaran yang dibutuhkan cukup besar, rencananya pembangunan jalan tersebut menggunakan dana multiyears yang dialokasikan dalam tiga tahun anggaran, yakni 2007, 2008, dan 2009. "Untuk tahun ini, pemkab sediakan dana senilai Rp 5,3 miliar," kata Bupati M. Santoso saat menyampaikan nota keuangan PAK 2007 di ruang paripurna gedung DPRD kemarin.

Selain perbaikan jalan, prioritas lain pembangunan di Bojonegoro di antaranya pembangunan lanjutan sekolah terpadu, pengadaan tanah untuk pembangunan jembatan Padangan-Kasiman dan Bojonegoro-Trucuk, serta kegiatan penunjang pelaksanaan pilkada 2007.

Santoso menjelaskan, total anggaran belanja APBD tahun ini mencapai Rp 868 miliar. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan sebelum PAK, yakni Rp 811 miliar. "Jadi, pemkab merencanakan penambahan anggaran belanja senilai Rp 57 miliar," imbuhnya.

Menurut pria asal Kecamatan Baureno itu, total pendapatan daerah tahun ini Rp 743 miliar. Jika estimasi anggaran belanja mencapai Rp 868 miliar, maka terjadi defisit Rp 124 miliar. "Defisit itu akan ditutup dari penerimaan pembiayaan yang diperkirakan Rp 135 miliar dan pengeluaran pembiayaaan tahun ini Rp 11 miliar," ujarnya.

Santoso menjelaskan, pembangunan yang dianggarkan dalam PAK diharapkan dapat memberikan multieffect untuk peningkatan perekonomian seiring dengan rencana eksplorasi minyak dan gas alam di Kota Ledre ini.

Sementara itu, Bambang Santoso, ketua tim anggaran pemkab mengatakan, pihaknya menargetkan pengesahan PAK dapat dilaksanakan sebelum tahapan pilkada. "Ancer-ancer kami pada 6 September nanti sudah didok. Jadi pembahasannya hanya sekitar satu bulan sudah bisa didok," imbuh pria yang juga sekretaris kabupaten (Sekkab) setempat ini.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Panitia Anggaran DPRD Tamam Syaifuddin mengatakan bahwa usulan program pembangunan yang dianggarkan dalam PAK bakal dibahas dalam rapat panggar lebih dulu. "Mana yang harus kita prioritaskan, kita prioritaskan. Yang penting dapat meningkatkan kemakmuran ekonomi masyarakat," ujar pria yang juga menjabat sebagai ketua DPRD ini.

Hal senada juga disampaikan anggota panitia anggaran DPRD Qohar Mahmudi. Dia menyatakan bahwa PAK tahun ini diharapkan dapat dialokasikan untuk pembangunan yang langsung dapat dirasakan masyarakat. "Terutama meningkatkan ekonomi masyarakat bawah," ujarnya.

Read More »
10.17 | 0 comments

BOJONEGORO : Deg-degan sebelum jalankan tugas

Berita Bojonegoro News.


Itulah perasaan yang dialami Asmahani, siswa kelas XII IPA 3 SMAN I Sumberrejo menjelang 17 Agustus besok. Sebab pada tangal itu dia akan menjalankan tugas sebagai penerima, pembawa, dan pengibar bendera pusaka pada acara puncak peringatan HUT Ke-62 Kemerdekaan RI di Bojonegoro.

"Ya deg-degan sekarang mas.Awal latihan dulu canggung, tapi akhirnya terbiasa. Entah untuk besok. Namun, saya tidak akan main-main karena tidak semua orang bisa seperti ini," kata dara kelahiran Lamongan, 19 November 1900 itu.

Yang jelas, lanjut dia, dirinya tidak ingin apa yang telah di pelajarinya dengan mengorbankan banyak waktu, tenaga, dan pikiran menjadi sia-sia. Sebab, selama menjalani latihan, Asmahani harus rela meningalkan pelajaran di sekolah untuk sementara waktu. "karena itu saya harus dan pasti bisa," katanya

Read More »
10.15 | 0 comments

BOJONEGORO : Mengenal Satu-satunya Sanggar dan Pembuat Barongasi-Liong di Bojonegoro

Berita Bojonegoro News.


Yulie Sugiharto atau yang kerap dipanggil Mbah Nggi bukan hanya pengelola kesenian tradisional barongsai dan liong Sanggar Singa Lodra. Dia juga satu-satunya pengusaha pembuat alat seni asli Tiongkok tersebut di Bojonegoro.

Lima pekerja di Sanggar Singa Lodra sedang beraktivitas saat Radar Bojonegoro bertandang. Dua orang merangkai jian (tempat kue untuk persembahan dewa) yang dipesan Tempat Ibadah Tridarma (TITD) Hok Swie Bio Bojonegoro. Kian itu akan digunakan untuk upacara sedekah bumi yang bakal digelar di kelenteng yang terletak di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Bojonegoro, tersebut pada 26 Agustus mendatang.

Di sebelah perangkai jian itu beberapa pekerja membuat liong. Mereka merangkai liong dari bambu. Liong ini dipesan oleh salah satu pengusaha di Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sedangkan dua pekerja lainnnya mencuci pakaian dan aksesori liong dan barongsai.

Saat Radar Bojonegoro datang, asisten Mbah Nggi, Bambang Hariyanto, mengungkapkan, para pemesan liong dan barongsai rata-rata dari kelenteng dan pengusaha, baik dalam maupun luar Jawa. "Kalau yang luar Jawa, biasanya dari Lampung, Medan, hingga Atambua. Saya dengar buatan kita yang di Atambua dijual lagi hingga Singapura," ujarnya.

Harga liong dan barongsai cukup variatif, mulai Rp 2 juga hingga Rp 6 juta per biji. Harga tersebut sudah termasuk pakaian, aksesori, alat musik, liong, dan barongsainya. "Kalau yang mahal karena pemesannnya minta kainnya bagus. Kainnya itu harus kita datangkan khusus dari Tiongkok," terangnya.

Untuk pembuatan barongsai atau liong tidak butuh waktu lama. Untuk merangkai hanya membutuhkan waktu sehari.

Dalam sebulan, lanjut dia, pemesanan barongsai tidak begitu banyak. Namun, ketika Agustus seperti sekarang ini ada peningkatan. "Kita bukan hanya membuat barongsai dan liong yang digunakan untuk kesenian, tapi juga untuk karnaval saat agustusan seperti ini," jelasnya.

Bambang tidak tahu persis kapan berdirinya sanggar yang menempati rumah Mbah Nggi di Jalan Rajawali, Bojonegoro, tersebut. Namun, untuk pembuatan barongsai dan liong dimulai pada saat era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

"Gus Dur waktu itu membolehkan barongsai dan liong dipentaskan. Sejak itu, pemesanan barongsai dan liong cukup banyak," katanya.

Saat ini, Mbah Nggi bukan hanya membuat barongsai dan liong, tetapi juga membuat alat kesenian reog.

Meski kesenian barongsai dan liong berasal dari Tiongkok, para pekerja maupun pemain barongsai dan liong milik Mbah Nggi tersebut bukan etnis itu. "Rata-rata malah orang Jawa," terang Bambang.

Hal itu bukan masalah bagi Bambang, karena akan merekatkan hubungan antara etnis Tionghoa dan masyarakat Jawa. Paling tidak, bisa saling mengenal antar kebudayaan.

Read More »
10.14 | 0 comments

BOJONEGORO : Pembebasan Lahan Baru sampai Tahap Pendataan

Berita Bojonegoro News.


Sumur minyak di Blok Cepu masih lama bisa dinikmati hasilnya. Sebab, saat ini baru beberapa tahapan yang dilalui agar ladang minyak tersebut bisa menghasilkan.

Pembebasan lahan yang dibutuhkan untuk operasional saja hingga kini belum selesai. Padahal, setelah pembebasan lahan masih banyak tahapan lagi yang harus dilalui.

Asisten Bidang Hukum dan Pemerintahan Setkab Bojonegoro Kamsoeni menjelaskan, lahan yang diperlukan utuk operasional sumur minyak Banyuurip di Blok Cepu tidak lebih dari 700 hektare. Lahan sebanyak itu milik sekitar 1.600 warga yang tersebar di sembilan desa di dua kecamatan, yakni Kalitidu dan Ngasem.

Saat ini, lanjut Kamsoeni, sosialisasi tentang pembebasan lahan sudah selesai. Sedangkan yang sedang dijalankan adalah tahap verifikasi sekaligus pengumpulan data. Antara lain, terkit tempat serta pemilik tanah yang akan dibebaskan. Setelah itu, pematokan atas lahan tersebut oleh Mobil Cepu Limited (MCL) anak perusahaan ExxonMobil dalam pengelolaan Blok Cepu.

Setelah pematokan lahan akan dilakukan pengumuman mengenai tanah milik siapa saja yang bakal kena proyek Blok Cepu. "Setelah itu ya terserah negosiasi kedua belah pihak (pemilik lahan dan MCL) mengenai kesepakatan harga," jelasnya.

Sementara itu, Humas MCL Vasta C. Choesin kepada wartawan koran ini menyatakan, setelah pembebasan lahan pihaknya akan memulai perekrutan kontraktor untuk membangun infrastruktur produksi Blok Cepu. Sedangkan pembebasan lahan untuk sumur Banyuurip (sekitar 700 hektare) ditarget tuntas pertengahan tahun depan.

Terkait lahan untuk pipanisasi dari sumur minyak Banyuurip sampai ke tempat pengapalan di Palang, Tuban, Vasta menyatakan pihaknya membutuhkan lahan dengan lebar minimal enam meter sepanjang jalur pipa tersebut. Namun, tidak semua tanah sepanjang jalur pipa tersebut dibeli. Menurut dia, tanah yang dibeli hanya untuk kebutuhan penanaman pipa. Sisanya akan disewa. "Karana kita butuh lahan lebih luas untuk penempatan pipa sebelum ditanam," terangnya.

Dia mengatakan, sosialisai tentang pipanisasi akan dilakukan sebelum bulan puasa. Yakni, sekitar sekitar bulan depan. Namun, tambah dia, jika tidak memungkinkan akan dilakukan setelah bulan-bulan tersebut. "Tapi kita masih mengusahakan agar bisa dilakukan sebelum bulan puasa," ungkapnya.

Sedangkan proses setelah sosialisasi, lanjut dia, sama dengan proses dalam pembebasan lahan untuk operasional di sumur minyak Banyuurip.

Pengeboran Sumur Kajian sampai 5 Bulan ke Depan

Sementara itu, terkait pengeboran di sumur minyak Banyuurip Vasta mengatakan bahwa hingga kini pihaknya masih mengebor dua sumur kajian (deliniasi). Yakni, sumur A3 dan A4. Pengeboran untuk mengetahui kapasitas kandungan minyak di sumur minyak itu diperkirakan akan memakan waktu 5-6 bulan sejak dimulai sekitar awal bulan ini.

Dia juga mengatakan bahwa sebelumnya sudah ada empat sumur di sumur Banyuurip. "Salah satunya Banyuurip 3," katanya.

Keterangan yang diterima wartawan koran ini menyebutkan, sumur Banyuurip 3 merupakan sumur temuan pertama yang menyebutkan bahwa kandungan minyak di sumur tersebut 250 juta barel.

Ke depan, kata Vasta, di Blok Cepu, termasuk di sumur Banyuurip, akan ada 49 sumur. Yakni, 32 di antaranya sumur produksi, sisanya sumur injeksi (untuk mendorong minyak ke atas). Selain di sumur Banyuurip, sumur-sumur minyak itu berada di Alastuwo Barat di Desa/Kecamatan Ngasem; Alastuwo Timur di Desa Ngunut, Kecamatan Dander; dan Kedungkeris di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu.

Pengeboran sumur-sumur itu bakal dilakukan mulai awal tahun depan setelah pengeboran sumur kajian selesai.

Tenaga Kerja Mulai Didata

Terkait tenaga kerja yang kini terlibat proyek sumur minyak Banyuurip Vasta menjelaskan bahwa saat ini pihaknya telah mengirimkan surat kepada para subkontraktornya agar segera melaporkan jumlah tenaga kerja masing-masing, baik yang lokal maupun asing.

"Selanjutnya akan kita laporkan ke pihak-pihak terkait sesuai peraturan yang ada," ungkapnya.

Dia mengaku saat ini belum mengetahui jumlah persis tenaga kerja asing maupun lokal di Blok Cepu. Sebab, data dari subkontraktor belum masuk. "Kalau itu saya belum bisa berbicara karena belum pegang data" katanya.

Tentang kantor yang ada di Bojonegoro Vasta juga menjelaskan saat ini pihaknya juga sedang bersiap-siap untuk menempati kantor tersebut sesuai permintaan pemkab. Hanya, kapan tepatnya dia belum bisa memastikan. "Yang jelas kontrak kita di sana masih cukup," imbuhnya.

Seperti diberitakan koran ini, pemerintah menargetkan akhir 2008 Blok Cepu sudah berproduksi. Sedangkan produksi puncak mencapai 165 ribu barel per hari ditargetkan tercapai pada 2010. Minyak dari Blok Cepu akan disalurkan melalui pipa 20 inch menuju lepas pantai Palang, Tuban, untuk selanjutnya disimpan sementara di FSO (floating storage oil) yang berlabuh di lepas pantai Palang, kemudian dikapalkan ke Cilacap, Jawa Tengah, untuk diolah.

Read More »
10.13 | 0 comments

BOJONEGORO : KKN UMM Putar Film Denias

Berita Bojonegoro News.


Peserta Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKNT) kelompok 13 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Senin malam lalu mengadakan program penyuluhan pendidikan. Mereka memutar film berjudul Denias di Desa Pojok.

Kades Pojok lerpilih Suwarno mengatakan bersyukur dengan adanya program-program KKN dalam pembenahan di sektor pendidikan. "Saya berterima kasih dengan adanya KKN ini," ujarnya.

Sementara itu, Hary Prasetyono, perwakilan dari Cabang Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Purwosari menyatakan, pemutaran film dengan tema pendidikan merupakan salah satu program yang menarik. Dia berharap warga termotivasi semangat belajarya setelah mendapatkan penyuluhan dan pemutaran film Denias tersebut.

Ketua Koordinator Desa (Kordes) kelompok 13 Umiatun Sa'diyah menjelaskan. pemutaran film itu merupakan salah satu upaya pihaknya untuk memberikan semangat kepada warga desa setempat."Kami ingin mengingatkan dan memberikan kesadaran kepada warga tentang makna dan pentingnya pendidikan," katanya.



Read More »
10.09 | 0 comments

BOJONEGORO : Minyak Tanah Tetap Langka

Berita Bojonegoro News.

Minyak tanah di Bojonegoro saat ini masih langka. Menurut Endang, 50, salah satu pemilik pangkalan di Jalan KH. Mansur, kiriman satu tangki minyak tanah dalam seminggu habis dalam sehari. Padahal, sebelumnya dia memerlukan lebih dari satu hari untuk menghabiskan minyak tanah tersebut.

Dia mengatakan, kelangkaan tersebut mulai terjadi Mei lalu.Endang berharap, dalam beberapa minggu ke depan kiriman minyak tanah yang dia jual Rp 2.400 hingga Rp 2.500 per liter itu bisa lebih lancar. Apalagi, sebentar lagi memasuki Ramadan.

Eny, 32, salah seorang warga Banjarrejo, mengaku kesulitan mendapatkan minyak tanah kemarin. Menurut dia, dirinya telah mendatangi beberapa agen dan pengecer minyak tanah sejak sekitar pukul 09.30. Namun, hingga pukul 11.00, Eny mengaku belum mendapatkan seliter pun minyak tanah. Dia akhirnya hanya bisa menitipkan jiriken miliknya di salah satu tempat pengecer minyak tanah dengan harapan bisa mendapatkan jatah minyak ketika kiriman ke pengecer itu datang.

Read More »
10.08 | 0 comments